Hai adik adik untuk penempuhan TKK kalian Klik pada link yang di BLOK
TKK adalah singkatan dari Tanda Kecakapan Khusus. TKK hanya dapat dimiliki oleh seorang PRAMUKA. Seorang Pramuka akan mendapatkan TKK Setalah Ia telah menguji SKK. Dan Kali ini saya akan memberikan contoh TKK Yang dapat adik-adik miliki.
Tanda Kecakapan Khusus di semua tingkatan peserta didik (penggalang, penegak dan pandega), kecuali siaga, dibagi dalam lima golongan bidang kecakapan dan memiliki tiga tingkatan.
Golongan Bidang TKK
Lima golongan TKK tersebut ditandai dengan warna dasar TKK yang berbeda, dan digolongkan menjadi:
TKK Bidang Kesehatan dan Ketangkasandengan warna dasarputih,meliputi:
Tingkatan TKK dalam Gerakan Pramuka dibagi menjadi tiga. Untuk mencapai tingkatan selanjutnya, seorang Pramuka harus memenuhi syarat yang ditentukan dalam Syarat Kecakapan Khusus (SKK). Setiap tingkatan SKK yang lebih tinggi akan berbeda persyaratannya dengan SKK yang memiliki tingkatan lebih rendah walaupun untuk TKK yang sama. Dari kiri ke kanan, contoh TKK Pramuka Penegak: TKK Qori tingkat Purwa, TKK Pengamat tingkat Madya, TKK PPPK tingkat Utama
Tiga tingkatan tersebut ialah:
1.Purwa; merupakan tingkatan terendah dalam TKK, berbentuk lingkaran.
2.Madya; merupakan tingkatan TKK tingkat menengah, berbentuk persegi.
3.Utama; merupakan tingkatan tertinggi TKK, berbentuk segi lima.
Yang membedakan TKK antar golongan peserta didik ialah warna tepian TKK yang berbeda.
·Tingkat Pramuka Siaga berwarna hijau dan hanya memiliki satu bentuk yaitu segitiga
·Tingkat Pramuka Penggalang berwarna merah
·Tingkat Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega berwarna kuning
Beberapa TKK juga menjadi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi seorang peserta didik yang akan melanjutkan ke tingkatan Pramuka Garuda sebagai tingkatan tertinggi dalam golongannya.
Setelah mempelajari kegiatan 1 ini diharapakan dapat menjelaskan pengertian geopark, sejarah awal geopark, arah
pengembangan geopark dan peranan geopark dalam kehidupan masyarakat
2.Materi Pokok
Geopark dan peranannya dalam kehidupan
masyarakat
3.Uraian Materi
A.Pengertian
Geopark
Geopark
merupakan singkatan dari Geological Park, yang diterjemahkan ke dalam bahasa
Indonesia sebagai Taman Geologi atau Taman Bumi.
Menurut UNESCO, Geopark adalah sebuah
daerah dengan batasan yang sudah ditetapkan
dengan jelas dan memiliki kawasan
permukaan yang cukup luas untuk
pembangunan ekonomi lokal.
Pengertian
Geopark dapat dipahami melalui arti, fungsi dan implementasinya sebagai
komponen yang berkaitan dengan alam dan kehidupan di bumi. Oleh sebab itu
konsep Geopark memiliki tiga pengertian dasar, yaitu:
1.Merupakan kawasan yang memiliki makna
sebagai suatu warisan geologi (sehingga perlu dilestarikan), sekaligus sebagai
tempat mengaplikasikan strategi pengembangan ekonomi berkelanjutan yang
dilakukan melalui struktur menejemen yang baik dan realistis.
2.Geopark
berimplementasi memberi peluang bagi penciptaan lapangan pekerjaan untuk
masyarakat setempat dalam hal memperoleh keuntungan ekonomi secara nyata
(biasanya melalui kegiatan pariwisata berkelanjutan).
3.Di dalam kerangka Geopark, objek
warisan geologi dan pengetahuan geologi berbagi dengan masyarakat umum. Unsur
geologi dan bentang alam yang ada berhubungan dengan aspek lingkungan alam dan
budaya.
B.Sejarah
Awal Geopark
Geopark
bermula dari gagasan sekelompok ilmuwan Eropa pada akhir tahun1960‐an
yang
menyadari
pentingnya mencari cara‐cara
baru untuk melindungi Warisan Geologi Dunia. Dekade 2000 muncul konsep pengelolaan keragaman
geologi,yaitu
Geopark
yang
memiliki konsep dasar Konservasi,Pembangunan
Ekonomi, Dan Pengembangan Masyarakat
Lokal. Kemudian
Masyarakat Eropa
mewujudkan sebuah organisasi
GEOPARK
di seantero benua biru itu dan berhasil
menjadi obyek Geowisata yang diminati
masyarakat awam
C.Tiga (3) Pilar Pengembangan Geopark
1.Keragamangeologi
2.Keragamanbiologi
3.Keragamanbudaya
D.ArahPengembanganGeopark
Arah
penegmbangan geopark meliputi ;
1.Konservasi
ØKonservasi
Geologi, Flora Fauna & budaya
ØMengintegrasikan
antara konservasi alam dan budaya
ØPemanfaatan
Sumber Daya yang berkelanjutan (tanpa merusak)
2.Pemberdayaan
ØGeowisata
sebagai bagiandari pengembangan ekonomi kreatif
ØInovasi
Produk Wisata
ØDirect
& Indirect Efeck
3.Pendidikan
ØMasyarakat
sebagai pemain kunci
ØCapacity
building dari masyarakat setempat
ØPendidikan
warisan alam dan budaya
ØPenguatan
‘Nilai Tambah’
E.Kriteria
Geopark
Sedikitnya
ada 5 (lima) kriteria yang harus dipenuhi agar suatu geopark dapat berlangsung
mencapai tujuannya, yaitu:
1.Ukuran dan lokasi
2.Manajemen dan pelibatan masyarakat lokal
3.Pengembangan Ekonomi
4.Pendidikan
5.Perlindungan dan Konservasi
F.Peran Geopark
Geopark
merupakan daerah lindung berdasarkan makna khusus geologi, kelangkaan dan
keindahan. Fenomena itu mewakili sejarah, kejadian, dan proses bumi. Seperti
Taman Nasional, Geopark-pun berada di bawah pengelolaan pemerintah di
mana situs itu berada.
Selain
membuka peluang untuk penelitian dan pendidikan, Geopark berpotensi
besar dapat mengembangkan ekonomi setempat. Keadaan itu akan menciptakan
lapangan kerja dan penumbuhan ekonomi baru. Geopark dapat dikembangkan
menjadi objek dan daya-tarik wisata (geotourism), selain menjadi tempat
kegiatan perdagangan dan pembuatan barang kerajinan (geoproducts)
seperti cetakan fosil dan cinderamata.
Tujuan
Geopark pun lebih dikembangkan lagi, bukan hanya sekadar melindungi warisan
geologi, tetapi juga mengambil manfaat, menggali, menghargai dan mengembangkan
warisan geologi seperti halnya Pelestarian Bioma.
Sebagimana konsep asas Geopark menurut
UNESCO adalah pembangunan ekonomi secara mapan melalui warisan geologi atau
geotourism memiliki tujuan dan sasaran dari Geopark untuk melindungi keragaman Bumi (geodiversity) dan
konservasi lingkungan, pendidikan dan ilmu kebumian secara luas.
Pengembangan
Geopark di suatu daerah akan berdampak langsung kepada manusia yang tinggal di
dalam dan di sekitar kawasan. Konsep Geopark memperbolehkan masyarakat untuk
tetap tinggal di dalam kawasan, untuk menjaga keterkaitan nilai-nilai warisan
bumi dengan masyarakat. Masyarakat pun dapat berpartisipasi aktif di dalam
revitalisasi kawasan secara keseluruhan.
4.Rangkuman materi
Geopark
berawal tumbuh kembang di daratan Eropa. Tiga (3) unsur utama di dalam Geopark yaitu Geodiversity,
Biodiversity dan Culturaldiversity.Dan3 arah pengembangan
geopark, yaitupendidikan, pemberdayaan
dan konservasi
Konsep
asas Geopark menurut UNESCO adalah pembangunan ekonomi secara mapan melalui
warisan geologi atau geotourism. Tujuan dan sasaran dari Geopark untuk melindungi
keragaman Bumi (geodiversity)
dan konservasi lingkungan, pendidikan
dan ilmu kebumian secara luas.
Pengembangan
Geopark di suatu daerah akan berdampak langsung kepada manusia yang tinggal di
dalam dan di sekitar kawasan. Konsep Geopark memperbolehkan masyarakat untuk
tetap tinggal di dalam kawasan, untuk menjaga keterkaitan nilai-nilai warisan bumi
dengan masyarakat. Masyarakat pun dapat berpartisipasi aktif di dalam
revitalisasi kawasan
Tugas
Untuk memperdalam pemahamanmu tentang materi di atas, kerjakanlah tugas berikut ini!
1.Jelaskan pengertian geopark berdasarkan UNESCO
2.Sebutkan 4 betuk keragaman geologis geopark di Indonesia
3.Jelaskan arah pengembangan geopark dibidang pendidkikan dalam arti masyarakat sebagai pemain kuci
4.Jekaskan 2 peranan geopark bagi kehidupan masyarakat
Setelah selesai kalian upload jawaban kalian di link dibawah ini
Adik adik untuk pertemuan hari ini kalian belajara ikatan palang ya
Ikatan palang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai square lashing merupakan sebuah ikatan yang berfungsi untuk menautkan dua tongkat pramuka atau kayu yang posisinya saling tegak lurus. Penggunaannya seperti untuk membuat kerangka dragbar (tandu), dll. Untuk membuat ikatan palang, berikut adalah langkah-langkahnya:
1. Buatlah simpul pangkal di salah satu tongkat. Belitkan sisa utas tali yang pendek ke utas tali yang panjang.
2. Belitkan tali sedemikian rupa (lihat gambar poin “b” dan “c”) pada kedua tongkat. Bagian atas, jejerkan lilitan tali kedua di sebelah dalam lilitan kedua, demikian selanjutnya).
3. Setelah sekitar empat lilit (atau sesuai kebutuhan), ganti arah putaran tali dan lilitkan di antara dua tongkat (lihat gambar “c” dan “d”)
4. Akhiri ikatan dengan simpul pangkal di tongkat yang berbeda dengan yang disimpul pangkal pada pertama ikatan (lihat gambar “e” dan “f”)