Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label INTELEKTUAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INTELEKTUAL. Tampilkan semua postingan

IJEN GEOPARK

 



 Pengetahuan Dasar Geopark

1.      Tujuan

Setelah mempelajari kegiatan 1 ini diharapakan dapat menjelaskan pengertian geopark, sejarah awal geopark, arah pengembangan geopark dan peranan geopark dalam kehidupan masyarakat

 

2.      Materi Pokok

      Geopark dan peranannya dalam kehidupan masyarakat

 

3.      Uraian Materi

A.    Pengertian Geopark

Geopark merupakan singkatan dari Geological Park, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai Taman Geologi atau Taman Bumi.

Menurut UNESCO, Geopark adalah sebuah daerah dengan batasan yang sudah ditetapkan dengan jelas dan memiliki kawasan permukaan yang cukup luas untuk pembangunan ekonomi lokal.

Pengertian Geopark dapat dipahami melalui arti, fungsi dan implementasinya sebagai komponen yang berkaitan dengan alam dan kehidupan di bumi. Oleh sebab itu konsep Geopark memiliki tiga pengertian dasar, yaitu:

1.      Merupakan kawasan yang memiliki makna sebagai suatu warisan geologi (sehingga perlu dilestarikan), sekaligus sebagai tempat mengaplikasikan strategi pengembangan ekonomi berkelanjutan yang dilakukan melalui struktur menejemen yang baik dan realistis.

2.      Geopark berimplementasi memberi peluang bagi penciptaan lapangan pekerjaan untuk masyarakat setempat dalam hal memperoleh keuntungan ekonomi secara nyata (biasanya melalui kegiatan pariwisata berkelanjutan).

3.      Di dalam kerangka Geopark, objek warisan geologi dan pengetahuan geologi berbagi dengan masyarakat umum. Unsur geologi dan bentang alam yang ada berhubungan dengan aspek lingkungan alam dan budaya.

 

B.     Sejarah Awal Geopark

Geopark bermula dari gagasan sekelompok ilmuwan Eropa pada akhir tahun1960an yang menyadari pentingnya mencari caracara baru untuk melindungi Warisan Geologi Dunia. Dekade 2000 muncul konsep pengelolaan keragaman geologi,yaitu Geopark yang memiliki konsep dasar Konservasi,  Pembangunan Ekonomi, Dan Pengembangan Masyarakat Lokal. Kemudian Masyarakat Eropa mewujudkan sebuah organisasi GEOPARK di seantero benua biru itu dan berhasil menjadi obyek Geowisata yang diminati masyarakat awam

 

C.    Tiga (3) Pilar Pengembangan Geopark

1.   Keragaman  geologi

2.   Keragaman  biologi

3.   Keragaman  budaya

 

D.    Arah  Pengembangan  Geopark

Arah penegmbangan geopark meliputi ;

1.   Konservasi

Ø  Konservasi Geologi, Flora Fauna & budaya

Ø  Mengintegrasikan antara konservasi alam dan budaya

Ø  Pemanfaatan Sumber Daya yang berkelanjutan (tanpa merusak)

2.   Pemberdayaan

Ø  Geowisata sebagai bagiandari pengembangan ekonomi kreatif

Ø  Inovasi Produk Wisata

Ø  Direct & Indirect Efeck

3.   Pendidikan

Ø  Masyarakat sebagai pemain kunci

Ø  Capacity building dari masyarakat setempat

Ø  Pendidikan warisan alam dan budaya

Ø  Penguatan ‘Nilai Tambah’

 


E.     Kriteria Geopark

Sedikitnya ada 5 (lima) kriteria yang harus dipenuhi agar suatu geopark dapat berlangsung mencapai tujuannya, yaitu:

1.      Ukuran dan lokasi

2.      Manajemen dan pelibatan masyarakat lokal

3.      Pengembangan Ekonomi

4.      Pendidikan

5.      Perlindungan dan Konservasi

 

F.     Peran Geopark

Geopark merupakan daerah lindung berdasarkan makna khusus geologi, kelangkaan dan keindahan. Fenomena itu mewakili sejarah, kejadian, dan proses bumi. Seperti Taman Nasional, Geopark-pun berada di bawah pengelolaan pemerintah di mana situs itu berada.

Selain membuka peluang untuk penelitian dan pendidikan, Geopark berpotensi besar dapat mengembangkan ekonomi setempat. Keadaan itu akan menciptakan lapangan kerja dan penumbuhan ekonomi baru. Geopark dapat dikembangkan menjadi objek dan daya-tarik wisata (geotourism), selain menjadi tempat kegiatan perdagangan dan pembuatan barang kerajinan (geoproducts) seperti cetakan fosil dan cinderamata.

Tujuan Geopark pun lebih dikembangkan lagi, bukan hanya sekadar melindungi warisan geologi, tetapi juga mengambil manfaat, menggali, menghargai dan mengembangkan warisan geologi seperti halnya Pelestarian Bioma.

Sebagimana konsep asas Geopark menurut UNESCO adalah pembangunan ekonomi secara mapan melalui warisan geologi atau geotourism memiliki tujuan dan sasaran dari Geopark untuk melindungi keragaman Bumi (geodiversity) dan konservasi lingkungan, pendidikan dan ilmu kebumian secara luas.

Pengembangan Geopark di suatu daerah akan berdampak langsung kepada manusia yang tinggal di dalam dan di sekitar kawasan. Konsep Geopark memperbolehkan masyarakat untuk tetap tinggal di dalam kawasan, untuk menjaga keterkaitan nilai-nilai warisan bumi dengan masyarakat. Masyarakat pun dapat berpartisipasi aktif di dalam revitalisasi kawasan secara keseluruhan.

 

4.      Rangkuman materi

Geopark berawal tumbuh kembang di daratan  Eropa.  Tiga (3) unsur utama di dalam Geopark yaitu  Geodiversity, Biodiversity dan Culturaldiversity.  Dan  3 arah pengembangan geopark, yaitu  pendidikan, pemberdayaan dan konservasi

Konsep asas Geopark menurut UNESCO adalah pembangunan ekonomi secara mapan melalui warisan geologi atau geotourism. Tujuan dan sasaran dari Geopark untuk melindungi keragaman Bumi (geodiversity) dan konservasi lingkungan, pendidikan dan ilmu kebumian secara luas.

Pengembangan Geopark di suatu daerah akan berdampak langsung kepada manusia yang tinggal di dalam dan di sekitar kawasan. Konsep Geopark memperbolehkan masyarakat untuk tetap tinggal di dalam kawasan, untuk menjaga keterkaitan nilai-nilai warisan bumi dengan masyarakat. Masyarakat pun dapat berpartisipasi aktif di dalam revitalisasi kawasan


Tugas

Untuk memperdalam pemahamanmu tentang materi di atas, kerjakanlah tugas berikut ini!

1. Jelaskan pengertian geopark berdasarkan UNESCO

2. Sebutkan 4 betuk keragaman geologis geopark di Indonesia

3. Jelaskan arah pengembangan geopark dibidang pendidkikan dalam arti masyarakat sebagai pemain kuci

4. Jekaskan 2 peranan geopark bagi kehidupan masyarakat 


Setelah selesai kalian upload jawaban kalian di link dibawah ini
Kelas 7  : Link Tugas

Kelas 8 : Link Tugas

Kelas 9 : Link Tugas

Menyanyikan Lagu Hymne Pramuka

 Hymne Pramuka 

Salam Pramuka 

adik adik untuk materi hari ini menyanyikan Lagu Hymne Pramuka 

Perhatikan lirik lagu berikut 


Hymne Pramuka 

Kami

Pramuka Indonesia

Manusia pancasila

Satya ku kudarmakan

Darma ku kubaktikan

Agar jaya Indonesia

Indonesia

Tanah airku

Kami jadi pandumu


Supaya lebih jelas lihat Video berikut 

Link Video

Setelah kalian mendengarkan lagu tersebut kalian kalian nyanyikan lagu tersebut rekamlah setelah itu klik ke disini

Menaksir Tinggi Pohon

 Menaksir Menghitung Tinggi Pohon

Salam Pramuka 

Untuk materi kali ini menaksir tinggi pohon perhatikan keterangan dibawah ini


Tig.Pohon = Tinggi pohon

A = Tinggi tongkat saat di bidik

B = Jarak (panjang) tongkat dengan pembidik 

C = Jarak pohon dengan tongkat tinggi

Cotoh Soal 




Sekarang adik adik menghitung tinggi pada gambar dibawah ya 

Soal No 1

Soal No 2



Setelah kalian selesai upload hasil kerja kalian disini 

Tali Temali dalam Pramuka, Simpul, Ikatan, Jerat, dan Pionering

Tali Temali dalam Pramuka, Simpul, Ikatan, Jerat, dan Pionering

 

jendelapramuka.com

Tali Temali memang tidak asing dengan pramuka, tali temali seperti tali, simpul, dan ikatan yang ada dalam pramuka, akan tetapi tidak sedikit anggota pramuka khususnya tingkat penggalang yang masih belum tau bagaimanakah cara membuat tali, simpul sekaligus ikatan tersebut.

TALI TEMALI DALAM PRAMUKA

Istilah tali temali dalam pramuka, sering kali kita mencampur adukkan antara tali, simpul dan ikatan hal ini sebenarnya berbeda. Berikut kami jelaskan perbedaannya di bawah ini :

1. Tali: Benda yang akan digunakan.

2. Simpul: Pertemuan tali dengan tali.

3. Ikatan: Benda yang ditali ( seperti tali yang diikatkan dengan tongkat dan sebagainya).

Hasil bentukan dari tali, yakni terdiri dari, ikatan, simpul dan jerat. Simpul, Ikatan dan jerat yang baik dan benar adalah ikatan, simpul dan jerat yang bisa digunakan dengan kuat, tidak mudah lepas serta mudah untuk dilepas kembali.

TALI TEMALI DALAM PRAMUKA

Kali ini kami akan memberikan gambaran tentang tali temlai dalam pramuka beserta fungsinya. Berikut kami akan membahasnya satu persatu :

A. SIMPUL

Simpul merupakan hasil atau bentukan dari satu atau dua utas tali

MACAM-MACAM SIMPUL

Dikalangan kita, di negara Indonesia tali temali, simpul dalam pramuka lebih dikenal dengan sebutan, simpul hidup, simpul mati, simpul pangkal, simpul laso, simpul jangkar.

1. SIMPUL HIDUP



Simpul hidup fungsinya untuk mengikat suatu benda dengan kuat, tapi untuk melepasnya tidak susah, tali temali simpul ini biasanya digunakan untuk mengikat hewan.

 

Fungsi : dalam Pramuka simpul hidup ini berfungsi untuk mengikat tiang

2. SIMPUL MATI

Simpul mati adalah simpul yang biasanya digunakan untuk mengakhiri suatu simpul. Walaupun simpul ini terlihat mudah dalam membuatnya, namun banyak juga yang salah dalam membuatnya.

 

My Site – WordPress.com

Fungsi : Simpul Ini berfungsi untuk menyambung dua utas tali yang sama besarnya dan tidak licin.

 

Video Tali Temali Kehidupan sehari-hari :

3. SIMPUL PANGKAL

Pramuka.com

Simpul Pangkal merupakan salah satu simpul yang sering sekali digunakan untuk mengawali atau mengakhiri suatu simpul lainnya.

Seperti contoh; Apabila kamu ingin membuat simpul palang maka langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah pangkal terlebih dahulu pada salah satu tongkat.

Terdapat dua cara dalam membuat tali temali simpul ini, yaitu pertama dengan cara membuat lingkaran dan yang kedua dengan cara dililitkan.

Fungsi:  Simpul pangkal berfungsi untuk permulaan ikatan dalam mengikat tali pada tongkat atau tiang, kayu.

4. SIMPUL JANGKAR (COW HITCH) 


Dalam cara pembuatan simpul jangkar tidak begitu sulit alias mudah. Ada beberapa cara dalam membuat tali temali simpul jangkar ini salah satunya adalah :

1. Bagilah tali menjadi dua kemudian lingkarkan pada benda yang ingin ditali

2. Tariklah kedua badan tali, sehingga semua tali masuk ke dalam sosok.

 

Fungsi : Fungsi dari tali temali simpul ini adalah untuk membuat tanduk darurat atau dapat juga digunakan untuk mengikat timba atau ember.

5. SIMPUL TARIK



Tali Temali simpul tari (bowline knot) menghasilkan loop tali yang tidak bisa mengecil ataupun membesar lagi. Kegunaan tali temali simpul antara lain :

Menambatkan tali kepada benda atau tiang.

Mengikat leher binatang supaya tidak tercekik

Apabila dua simpul tiang saling dihubungkan bisa berguna juga untuk menyambung tali.

 Fungsi : Fungsi dari tali temali simpul tarik adalah untuk turun ke jurang atau dari atas pohon.

6. SIMPUL LASO

 


Fungsi : kegunaan dari simpul laso ini adalah untuk mengikat leher binatang, baik binatang buas maupun tidak buas.

7. SIMPUL ANYAM



Cara membuat simpul anyam adalah :

1. Buatlah sosok pada ujung utas tali yang berukuran lebih besar (Seperti di gambar, tali berwarna biru)

2


. Masukkan ujung tali yang lebih kecil (dalam gambar warna merah) ke dalam sosok tali besar (biru) dari arah bawah keatas

3. Belitkan ujung tali kecil (merah) di bawah tali berwarna biru

4. Sisipkan ujung tali merah ke bawah badan tali itu sendiri (seperti gambar 3)

 

Fungi: Fungsi dari simpul anyam adalah untuk menyambung dua utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan kering.

8. SIMPUL ANYAM BERGANDA

 


Fungsi : kegunaan atau fungsi dari temali simpul anyaman berganda adalah untuk menyambung dua utas tali yang ukurannya tidak sama besar dan tidak licin.

9. SIMPUL ANYAM RANTAI

 


Kegunaan : Kegunaan dari temali anyaman rantai adalah untuk memendekkan tali.

10. SIMPUL UJUNG TALI

 


ERMIDAINI.com

Kegunaan : Kegunaan dari temali simpul ujung tali ini adalah agar tali pintalan yang ada pada ujung tali tidak mudah lepas.

11. TALI TEMALI PRAMUKA  SIMPUL TIANG

 


Pramuka.com

Kegunaan: kegunaan temali simpul tiang adalah untuk mengikat benda hidup atau leher binatang tujuannya agar yang diikat tidak terjerat, dan untuk menambatkan tali pengikat binatang pada pohon supaya binatang itu bisa bergerak dengan bebas.

12. SIMPUL KEMBAR

 


Pramuka.com

Tali temali dalam pramuka simpul nelayan, simpul kembar, simpul portugis, simpul inggris, merupakan gabungan dari dua buah simpul hidup pada masing-masing ujung dari dua utas tali. Sehingga tidak terlalu sulit jika kamu mau membuatnya.

Kegunaan: Kegunaan dari temali simpul kembar adalah untuk menyambung dua utas tali yang sama besarnya bisa digunakan dalam keadaan basah atau licin.

13. SIMPUL ERAT

 


Kegunaan: untuk memendekkan tali tanpa harus memotongnya

14. SIMPUL TAMBAT (TIMBER HITCH)

Temali simpul tambat juga berfungsi sebagai awalan pada simpul-simpul yang lainnya, seperti simpul silang dan simpul palang

 


Kegunaan: Untuk memulai ikatan bisa juga digunakan untuk menyeret balok

15. SIMPUL PENARIK

 

Kegunaan : Untuk menarik suatu barang/benda yang ukurannya lumayan besar seperti batang pohon dll.

16. SIMPUL GULUNG

 



Kegunaan: Untuk diikatkan pada tali penarik tujuannya agar orang lain bisa membantu menarik.

17. SIMPUL KURSI

 


ensiklopedia pramuka.com

Kegunaan: Untuk mengangkat atau menurunkan suatu benda atau orang pingsan.

18. SIMPUL PENGUNCI

 


Kegunaan: Berfungsi untuk menghindari lepasnya ujung tali dari ikatan yang berbentuk lingkaran pada tali tersebut.

19. SIMPUL PRUSIK

 

Fungsinya: Sebagai pengganti alat ascendeur karena simpul ini pada awalnya  untuk menaiki tali kermantle yang lebih besar diameternya.

20. SIMPUL TIANG BERGANDA

 



Fungsinya: Untuk mengangkat atau menurunkan suatu benda atau manusia.

21. SIMPUL TANGGA TALI

 


Fungsinya: Fungsi dari simpul ini tidak jauh dari namanya yakni untuk membuat tangga tali.

Catatan :

Fungsi temali dari simpul silang hampir sama dengan simpul palang akan tetapi, simpul silang lebih cepat dan lebih kuat dibanding dengan simpul palang

B. IKATAN

Ikatan adalah bentukan dari tali yang digunakan untuk mengikat barang atau benda.

Macam-Macam Ikatan adalah sebagai berikut :

1. IKATAN KAKI TIGA (3)

 



Fungsi: Fungsi ikatan kaki tiga adalah untuk mengikat tiga tiang sekaligus dalam satu ikatan untuk pembuatan kaki tiga, jemuran.

2. IKATAN PALANG

Ikatan Palang berfungsi untuk mengencangkan kedua tongkat secara vertikal dan horizontal sehingga kedua tongkat tersebut menjadi satu dan sulit dilepaskan.

 

Fugsi: Fungsi yang paling dominan dari ikatan ini adalah untuk mengikat dua buah tiang yang bersilangan dengan sudut 90⁰ (Siku-Siku)

3. IKATAN SILANG

 

Fungsi: Ikatan Ini Berfungsi untuk mengikat dua buah tongkat bersilangan dan tidak membentuk siku.

4. IKATAN CANGGAH (SAMBUNG TONGKAT)

Berfungsi untuk menyambung tongkat dengan tali secara sejajar. Ikatan canggah umum dikenal dengan nama ikatan sambung tongkat.


Kegunaan: Digunakan untuk mengikat dua buah tiang dalam pembuatan kuda-kuda.

D. JERAT

Jerat adalah bentuk tali dari benda dengan tali.

MACAM-MACAM JERAT ADALAH SEBAGAI BERIKUT:

1. Jerat Bermata Tiga

2. Jerat Tiang Dua Mata

3. Jerat Laso

4. Jerat Kembar

5. Jerat Tangga

6. Jerat Delapan

7. Jerat Kupu-Kupu

8. Jerat Tambat


D. PIONERING

Menurut asal muasal katanya, pionering berarti bangunan darurat, yaitu pembuatan suatu bentuk bangunan dengan menggunakan alat dasar tali dan tongkat untuk membuat bangunan.

 

Seorang anggota pramuka diharapkan mempunyai ketrampilan khusus dalam menggunakan alat-alat ini, karena keduanya merupakan alat-alat dasar yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari dikarenakan multifungsinya dan sangat sisematisnya.

Jenis tali yang umumnya digunakan pada kepramukaan adalah tali yang terbuat dari bahan nylon, yang memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan tali nylon antara lain:

1. Mudah dibuat simpul dengan kekuatan tarik yang merata

2. Ringan dan mudah diatur

3. Menyerap sedikit air

4. Mempunyai elastisitas yang tinggi dan meredam sentakan

kekurangan Tali nylon yaitu:

1. Mudah meleleh pada temperature yang tinggi

2. Tidak tahan terhadap panas

Agar tali dapat tahan lama dan dapat dipergunakan untuk jangka waktu panjang tali perlu diberi perlakuan khusus setelah dipakai kegiatan. Lakukan beberapa langkah berikut untuk pemeliharaan tali :

1. Kotoran yang melekat pada tali dicuci dengan air dingin dan dikeringkan di tempat yang tidak terkena matahari secara langsung (diangin-anginkan).

2. Tali harus dijauhkan dari bahan-bahan yang bisa merusak tali, seperti; air accu, oil, minyak, bahan-bahan kimia, dll.

3. Penyimpanan harus terhindar dari cahaya matahari secara langsung, dan diusahakan sirkulasi udara lancar dengan kelembaban rendah.

4. Tali disimpan dalam keadaan kering serta digantung dalam bentuk lingkaran seperti gelang atau gulungan yang secara sederhana dan mudah untuk diurai kembali

Hasil bentukan dari tali, adalah terdiri dari: simpul, ikat dan jerat. Simpul, ikatan, dan jerat yang baik dan benar adalah simpul, ikatan, dan jerat yang bisa digunakan dengan kuat, tidak mudah lepas dan mudah untuk dilepas kembali.

Sekian artikel tali temali ini, semoga bisa bermanfaat bagi kalian semua dan bisa membantu kalian dalam kegiatan pramuka khususnya dan kegiatan sehari-hari umumnya.

SALAM PRAMUKA!!


PANORAMA


 Membuat Panorama (Sketsa Pemandangan)

Membuat panorma atau sketsa pemandangan, disebut juga peta panorama, merupakan salah satu teknik kepramukaan (scouting skill) yang harus dikuasai pramuka. Keterampilan membuat panorama atau sketsa pemandangan kerap kali menjadi materi dalam lomba kepramukaan bersama dengan menaksir tinggi, menaksir lebar sungai, peta pita, dan peta lapangan.

Panorama adalah membuat gambar suatu pemandangan (medan alam) dalam bentuk sketsa (gambar sederhana) yang menunjukkan suatu daerah dengan sudut pandang tertentu. Panorama berguna untuk melukiskan situasi dan kondisi suatu tempat pada satu waktu. Sehingga ketika suatu saat kembali lagi ke daerah tersebut kita akan dapat melihat perubahan-perubahan yang terjadi.

Namun membuat sketsa pemandangan, panorama, atau peta panorama, berbeda dengan melukis pemandangan pada umumnya. Dalam membuat panorama mempunyai beberapa aturan yang membedakannya dari gambar biasa, baik segi peralatan dan teknik menggambar.

Alat-alat yang harus disediakan antara lain; kertas gambar, pensil (untuk menggambar), penggaris, bolpoint (untuk menulis data-data), kompas, dan alat pembidik. Alat pembidik merupakan alat khusus dengan lubang berbentuk persegi panjang dengan dua garis bersilangan di tengahnya. Alat pembidik bisa dibuat dengan melubangi karton atau menggunakan bungkus korek api.



 pembidik panorama

Alat pembidik untuk panorama atau sektsa pemandangan


Cara Membuat Panorama (Sketsa Pemandangan)

Cara membuat panorama (sketsa pemandangan) adalah sebagai berikut :

Cari Arah sebagaimana yang ditugaskan dengan menggunakan kompas bidik (biasanya dalam kisaran derajat, misalnya; antara 1500 s.d. 2100). Jika arah hanya diberikan satu sudut (semisal 1400), arah dibuat dengan patokan ditambah 300 dan dikurangi 300 sehingga menjadi 1400 + 30 = 1700 dan 1400 - 300 = 1100, jadi arah yang dibuat panorama menjadi antara 1100 s.d 1700. 

Bidik dengan kompas arah satu benda (lebih baik benda yang terlihat menonjol) sebagai titik pusat. Catat arah (dalam derajat) titik pusat tersebut. 

Lihat obyek yang akan digambar dengan menggunakan alat pembidik dengan titik pusat tepat di titik pusat alat pembidik dan sisi kanan kiri tidak melebihi arah yang ditentukan 

Gambar semua obyek yang tertangkap dalam alat pembidik. Obyek yang digambar adalah obyek yang tidak bergerak (berubah tempat). Sehingga benda-benda yang bersifat sementara atau berpindah tempat seperti mobil, hewan, awan, dan orang tidak perlu digambar.

Setiap benda beri arsiran yang berbeda, dengan ketentuan; 

Obyek yang dekat diberi arsiran yang rapat 

Obyek yang lebih jauh dengan arsiran yang lebih jarang. 

Pada bagian atas (pojok kiri) gambar, beri gambar anak panah yang menunjukkan letak arah utara.

Bagi bagian bawah gambar menjadi tiga bagian. Dan pada masing-masing bagian tuliskan :

Bagian pertama, tuliskan identitas regu pembuat, seperti nama regu, nomor kapling perkemahan atau nomor peserta lomba, pangkalan, gugusdepan, kwartir ranting, dll.

Bagian kedua, tuliskan waktu dan tempat pembuatan, seperti hari, tanggal, jam, dan tempat pembuatan sketsa pemandangan, arah (besar derajat) titik pusat, dan keadaan cuaca.

Bagian ketiga, tuliskan keterangan gambar untuk masing-masing arsiran.  

Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut



Itulah cara membuat panorama atau sketsa pemandangan. Untuk mempelajari cara ini lebih detail tentu perlu bimbingan dari kakak pembina pramuka di gugusdepan masing-masing. 

Sumber : www.pramukaria.id


SANDI MORSE

 

Samuel Morse

SANDI MORSE

Sandi Morse

Sandi morse merupakan salah satu cara yang cukup populer di sekitar abad ke-19 karena digunakan sebagai media komunikasi yang dikirim melalui telegraf.


Sandi morse ditemukan oleh Samuel F. B. Morse dan Alfred Vail pada tahun 1835. Dalam sandi ini, setiap huruf dan angka diganti dengan titik dan garis yang berbeda-beda. Pada zaman dulu, kode morse disampaikan menggunakan alat khusus dan dikirim dengan teknologi radio CW.

Sandi morse merupakan suatu sandi yang menerapkan sebuah sistem representasi huruf dan angka serta tanda baca sinyal dengan menggunakan sinyal dengan menggunakan simbol titik (.) dan garis (-) yang disusun sebagai karakter tertentu. 


Penggunaan dan penyampaian sandi morse dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya adalah:

Menggunakan suara (peluit);

Menggunakan simbol;

Menggunakan ketukan jari;

Menggunakan sinar (dengan sinar lampu);

Menggunakan gerak;

Menggunakan tulisan;

Menggunakan denyut listrik;

Menggunakan cermin.

 Cara menghafal sandi morse



Turunan Sandi Morse
1. Sandi Rumput 

Garis pendek dan tinggi di atas melambangkan titik dan strip dalam kode morse. Dimana garis pendek merupakan titik dan garis tinggi melambangkan strip. Titik dan strip ini nanti kemudian dibaca dengan menggunakan kode morse. Untuk memisahkan antar huruf dipergunakan tanda tanda pemisah berupa garis mendatar.

Dalam contoh sandi rumput di atas, sandi baris pertama terdiri atas 8 huruf. Masing-masing huruf dipisahkan dengan garis mendatar



2. Sandi Kimia


SEMAPORE

 


SHEMAPORE



Semaphore adalah alat komunikasi yang memakai bendera sebagai medianya. Bendera semaphore terdiri dari gabungan dua buah segitiga sama kaki yang berbeda warna. Sebenarnya ada beberapa warna yang digunakan di bendera semaphore. Namun yang biasa digunakan ialah perpaduan warna antara merah dan kuning. Ukuran bendera semaphore ialah 45cm x 45cm.

Semaphore sampai sekarang masih digunakan sebagai alat komunikasi yang efektif, seperti di dunia kelautan yang banyak menggunakan tanda-tanda bendera sebagai media komunikasi termasuk semaphore.

brikut ialah gambar kode semaphore.



Jaya Terus Pramuka spendaba

BENDERA MERAH PUTIH

 

BENDERA MERAH PUTIH



Bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang secara singkat disebut Bendera Negara, adalah Sang Merah Putih. Bendera Negara Sang Merah Putih berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran lebar 2/3 (dua-pertiga) dari panjang serta bagian atas berwarna merah dan bagian bawah berwarna putih yang kedua bagiannya berukuran sama.

SEJARAH

Warna merah-putih bendera negara diambil dari warna Kerajaan Majapahit. Sebenarnya tidak hanya kerajaan Majapahit saja yang memakai bendera merah putih sebagai lambang kebesaran. Sebelum Majapahit, kerajaan Kediri telah memakai panji-panji merah putih. Selain itu, bendera perang Sisingamangaraja IX dari tanah Batak pun memakai warna merah putih sebagai warna benderanya , bergambar pedang kembar warna putih dengan dasar merah menyala dan putih. Warna merah dan putih ini adalah bendera perang Sisingamangaraja XII. Dua pedang kembar melambangkan piso gaja dompak, pusaka raja-raja Sisingamangaraja I-XII. Ketika terjadi perang di Aceh, pejuang – pejuang Aceh telah menggunakan bendera perang berupa umbul-umbul dengan warna merah dan putih, di bagian belakang diaplikasikan gambar pedang, bulan sabit, matahari, dan bintang serta beberapa ayat suci Al Quran. Di zaman kerajaan Bugis Bone,Sulawesi Selatan sebelum Arung Palakka, bendera Merah Putih, adalah simbol kekuasaan dan kebesaran kerajaan Bone.Bendera Bone itu dikenal dengan nama Woromporang. Pada waktu perang Jawa (1825-1830 M) Pangeran Diponegoro memakai panji-panji berwarna merah putih dalam perjuangannya melawan Belanda. Kemudian, warna-warna yang dihidupkan kembali oleh para mahasiswa dan kemudian nasionalis di awal abad 20 sebagai ekspresi nasionalisme terhadap Belanda. Bendera merah putih digunakan untuk pertama kalinya di Jawa pada tahun 1928. Di bawah pemerintahan kolonialisme, bendera itu dilarang digunakan. Sistem ini diadopsi sebagai bendera nasional pada tanggal 17 Agustus 1945, ketika kemerdekaan diumumkan dan telah digunakan sejak saat itu pula.

ARTI WARNA

Bendera Indonesia memiliki makna filosofis. Merah berarti berani, putih berarti suci. Merah melambangkan tubuh manusia, sedangkan putih melambangkan jiwa manusia. Keduanya saling melengkapi dan menyempurnakan untuk Indonesia.
Ditinjau dari segi sejarah, sejak dahulu kala kedua warna merah dan putih mengandung makna yang suci. Warna merah mirip dengan warna gula jawa/gula aren dan warna putih mirip dengan warna nasi. Kedua bahan ini adalah bahan utama dalam masakan Indonesia, terutama di pulau Jawa. Ketika Kerajaan Majapahit berjaya di Nusantara, warna panji-panji yang digunakan adalah merah dan putih (umbul-umbul abang putih). Sejak dulu warna merah dan putih ini oleh orang Jawa digunakan untuk upacara selamatan kandungan bayi sesudah berusia empat bulan di dalam rahim berupa bubur yang diberi pewarna merah sebagian. Orang Jawa percaya bahwa kehamilan dimulai sejak bersatunya unsur merah sebagai lambang ibu, yaitu darah yang tumpah ketika sang jabang bayi lahir, dan unsur putih sebagai lambang ayah, yang ditanam di gua garba.

PERATURAN TENTANG BENDERA MERAH PUTIH

Bendera negara diatur menurut UUD '45 pasal 35, UU No 24/2009, dan Peraturan Pemerintah No.40/1958 tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia.
Bendera Negara dibuat dari kain yang warnanya tidak luntur dan dengan ketentuan ukuran:
  1. 200 cm x 300 cm untuk penggunaan di lapangan istana kepresidenan;
  2. 120 cm x 180 cm untuk penggunaan di lapangan umum;
  3. 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di ruangan;
  4. 36 cm x 54 cm untuk penggunaan di mobil Presiden dan Wakil Presiden;
  5. 30 cm x 45 cm untuk penggunaan di mobil pejabat negara;
  6. 20 cm x 30 cm untuk penggunaan di kendaraan umum;
  7. 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di kapal;
  8. 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di kereta api;
  9. 30 cm x 45 cm untuk penggunaan di pesawat udara;dan
  10. 10 cm x 15 cm untuk penggunaan di meja.
Pengibaran dan/atau pemasangan Bendera Negara dilakukan pada waktu antara matahari terbit hingga matahari terbenam. Dalam keadaan tertentu, dapat dilakukan pada malam hari.
Bendera Negara wajib dikibarkan pada setiap peringatan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus oleh warga negara yang menguasai hak penggunaan rumah, gedung atau kantor, satuan pendidikan, transportasi umum, dan transportasi pribadi di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.
Bendera Negara wajib dikibarkan setiap hari di:
  1. istana Presiden dan Wakil Presiden;
  2. gedung atau kantor lembaga negara;
  3. gedung atau kantor lembaga pemerintah;
  4. gedung atau kantor lembaga pemerintah nonkementerian;
  5. gedung atau kantor lembaga pemerintah daerah;
  6. gedung atau kantor dewan perwakilan rakyat daerah;
  7. gedung atau kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri;
  8. gedung atau halaman satuan pendidikan;
  9. gedung atau kantor swasta;
  10. rumah jabatan Presiden dan Wakil Presiden;
  11. rumah jabatan pimpinan lembaga negara;
  12. rumah jabatan menteri;
  13. rumah jabatan pimpinan lembaga pemerintahan nonkementerian;
  14. rumah jabatan gubernur, bupati, walikota, dan camat;
  15. gedung atau kantor atau rumah jabatan lain;
  16. pos perbatasan dan pulau-pulau terluar di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  17. lingkungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia; dan
  18. taman makam pahlawan nasional.


Momentum pengibaran bendera asli setelah deklarasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.
Bendera Negara sebagai penutup peti atau usungan jenazah dapat dipasang pada peti atau usungan jenazah Presiden atau Wakil Presiden, mantan Presiden atau mantan Wakil Presiden, anggota lembaga negara, menteri atau pejabat setingkat menteri, kepala daerah, anggota dewan perwakilan rakyat daerah, kepala perwakilan diplomatik, anggota Tentara Nasional Indonesia, anggota Kepolisian Republik Indonesia yang meninggal dalam tugas, dan/atau warga negara Indonesia yang berjasa bagi bangsa dan negara.
Bendera Negara yang dikibarkan pada Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta disebut Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih. Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih disimpan dan dipelihara di Monumen Nasional Jakarta.
Setiap orang dilarang:
  1. merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Bendera Negara;
  2. memakai Bendera Negara untuk reklame atau iklan komersial;
  3. mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam;
  4. mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain dan memasang lencana atau benda apapun pada Bendera Negara; dan
  5. memakai Bendera Negara untuk langit-langit, atap, pembungkus barang, dan tutup barang yang dapat menurunkan kehormatan Bendera Negara.

KEMIRIPAN DENGAN BENDERA NEGARA LAIN

Menurut kesetaraan kedudukannya sebagai bendera nasional, bendera ini mirip dengan Bendera Monako yang mempunyai warna sama namun rasio yang berbeda, selain itu bendera ini juga mirip dengan Bendera Polandia yang mempunyai warna yang sama namun warnanya terbalik.
 
Support : Creating Website | CSS Spendaba | Kak Azizi
Copyright © 2020. Pramuka SMPN 2 Banyuwangi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kak Azizi
Proudly powered by Blogger